TUJUH
Yang Tak Terduga
Satria
Hari
ini aku dimintai tolong oleh Rissa. Ia memintaku untuk datang ke rumahnya, dan
ia memintaku untuk membantuku membujuk papanya. Padahal aku tak mengenal
papanya. Aku hanya tau papanya dari cerita Rissa saja. Aku takut papa Rissa
akan menyangka aku ingin ikut campur dengan masalah keluarganya.
Aku dan
Rissa sedang menunggu om Mario di
ruang tamu. Aku berharap aku tak akan salah bicara. Dan
akhirnya om Mario datang. Kami duduk
bertiga di ruang tamu. Sebenarnya aku takut. Aku takut akan salah bicara. Aku
takut aku malah membuat masalah lebih rumit. Tapi demi Rissa aku akan berani.
Aku
mencoba berbincang sejenak. Basa basi terlebih dahulu. Tapi tiba-tiba
pembicaraan kami terhenti, ketika om Mario
melihat tanda yang ada di keningku.
“Satria, itu keningnya kenapa?”
“Oh ini tanda dari lahir om. Ada apa om?”
“Om jadi ingat sesuatu.”
“Apa om?”
“Tanda yang ada di kening kamu sama seperti tanda yang ada
di punggung mamanya Rissa.”
“Yang bener om? Hanya kebetulan mungkin om.”
“Tapi om gak yakin kalau itu cuma kebetulan.”
“Maksud om?”
“Nama panjang kamu siapa?”
“Satria
Surya Pratama
om.”
Sejak
saat itu om Mario tersentak.
Sepertinya ia kaget. Dan sepertinya ia
tau sesuatu. Tapi entah apa itu. Aku penasaran.
“Satria, kamu anak om, dan kamu kakaknya Rissa.”
Aku dan
Rissa saat itu benar-benar kaget. Dan
tak menduga. Jadi selama ini aku bukan terlahir dari ibuku yang saat ini? Jadi
kak Rio bukan kakakku yang sebenarnya? Apa ini benar? Atau om Mario salah? Lalu selama ini aku mencintai Rissa
karena memang ia adikku? Lalu saat ini aku menjalani cinta terlarang?
“Papa yang bener pah? Papa gak bohong kan pah?” Rissa
mencoba mengklarifikasi semua ini.
“Benar
Rissa , papa gak bohong. Satria
adalah kembaran kamu. Yang ada di photo itu.” Om Mario menunjuk kepada photo
keluarga yang terpajang di ruangan ini.
“Jadi aku ini kakaknya Rissa om?”
“Iya
Satria , kamu anak om. Lalu selama
ini kamu tinggak dengan siapa?”
“Aku tinggal bersama Bapak Adrian
dan Ibu Martha om.”
“Besok om akan ke rumah kamu bersama Rissa. Akan mencoba
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada orang tua kamu yang sekarang. Om
ingin kamu tinggal disini bersama om dan juga Rissa.”
“Iya om. Tapi bagaimana aku bisa berpisah dengan keluarga
ini?”
“Setelah satu bulan kamu dan Rissa dilahirkan, kamu
tiba-tiba menghilang, dan diduga dibawa kabur oleh pembantu kami yang dulu. Om
dan tante berusaha mencari kamu, sudah dengan berbagai cara .
Tapi kamu tetap tidak diketemukan. Dan
pada akhirnya kami menemukan kamu sekarang. Tapi sayangnya disaat tante sudah
pergi.”
“Tapi gak apa-apa om, Satria seneng akhirnya Satria bertemu
dengan keluarga Satria yang sesungguhnya.”
“Yaudah berarti sekarang aku panggilnya kakak, terus kak
Satria panggil papa jangan om lagi.” Rissa tersenyum, dan aku membalasnya
dengan anggukan.
“Iya adikku sayang.” Aku dan Rissa saling berpelukan. Aku
senang sekali.
“Hahaha ternyata dunia ini sempit ya.” Papa tertawa. Dan kami semua tertawa.
“Aku pulang dulu ya, udah malem. Gak enak. Oh iya pah,
jangan lama-lama ya dateng ke rumahnya, pengen cepet-cepet serumah sama adik
yang paling cantik itu. Hehehe”
“Huu dasar.” Rissa menjulurkan lidahnya.
“Besok aku jemput de, kita berangkat sekolah bareng.”
“Siap kak.”
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Sepanjang
perjalananku ke rumah, aku tersenyum sendiri. Ternyata Rissa
adalah adikku. Bahkan kembaranku. Aku tak habis pikir atas kejadian ini.
Tapi
aku bersyukur aku tetap bisa bersama Rissa, bahkan sebagai adikku. Dan cintaku kepadanya akan tetap tumbuh di hati ini,
tetapi sekarang berganti menjadi cinta sebagai adikku yang sesungguhnya. Aku
akan menjaga Rissa. Sekarang aku akan menjadi lebih mudah membuatnya selalu
tersenyum. Dan aku akan lebih sering
memeluk tubuhnya. Karena aku dan Rissa itu muhrim.
Tuhan terimakasih
engkau telah memberikan aku cinta untuk mencintai Rissa, karena ternyata Rissa
adalah adikku. Aku bersyukur sekali akan hal itu. Terimakasih Tuhan
Engkau telah membawaku kepada
keluargaku yang sesungguhnya. Aku sangat bahagia. Tuhan berilah selalu
kebahagiaan untuk kedua orang tuaku yang telah merawatku sejak kecil hingga
kini aku bertemu dengan keluarga yang sebenarnya. Terimakasih banyak Tuhan. Aku
selalu percaya bahwa Kau telah menyiapkan yang indah untukku.
Rasanya
seperti di dalam mimpi. Rissa yang selama ini aku kagumi dan yang selama ini
aku cintai, ternyata adikku. Rasanya aku belum percaya ini terjadi. Aku masih
merasa ini mimpi. Tapi aku sangat bahagia atas kejadian ini. Aku sangat
bersyukur. Aku bisa selalu bersama Rissa tanpa membuang kebahagiaannya bersama
Demas.
Apa
reaksi orang-orang jika mengetahui aku dan Rissa satu keluarga. Bahkan kami
kembar. Aku tak sabar menunggu reaksi mereka. Semoga saja mereka ikut senang
dengan hal ini.
Aku mencintaimu sejak
dulu.
Aku mencintaimu karena memang sudah waktunya.
Aku mencintaimu tulus karena aku memang benar menyayangimu.
Aku mencintaimu karena aku mengagumi sosok dirimu.
Aku mencintaimu karena memang sudah waktunya.
Aku mencintaimu tulus karena aku memang benar menyayangimu.
Aku mencintaimu karena aku mengagumi sosok dirimu.
Tapi ternyata cinta
ini terlarang.
Karena ternyata kau dan aku bersaudara.
Tapi aku akan tetap mencintaimu.
Tapi sebagai adikku. Bukan seperti kemarin.
Karena ternyata kau dan aku bersaudara.
Tapi aku akan tetap mencintaimu.
Tapi sebagai adikku. Bukan seperti kemarin.
Aku tak menyesal semua
ini terjadi.
Justru aku sangat bersyukur.
Aku bisa memilikimu tanpa batasan waktu.
Dan aku bisa menjagamu sampai aku
tiada.
Justru aku sangat bersyukur.
Aku bisa memilikimu tanpa batasan waktu.
Karena itu kewajibanku
sebagai kakakmu.
Menjaga dan melindungimu.
Berterima kasihlah kepada Tuhan.
Yang telah mengizinkan semua ini terjadi.
Menjaga dan melindungimu.
Berterima kasihlah kepada Tuhan.
Yang telah mengizinkan semua ini terjadi.
…
Hari
ini Rissa dan papa akan datang ke rumahku untuk membawaku pulang ke rumah
keluargaku yang sebenarnya. Sebenarnya aku tak tega melihat ayah dan ibu ku
yang telah mengasuhku selama ini akan kutinggalkan. Tapi aku takkan
meninggalkan apalagi melupakannya. Aku hanya bertempat tinggal di rumahku yang
baru.
Tuhan tolong jaga ayah
dan ibuku ini. Karena bagaimanapun mereka yang telah merawatku hingga aku
seperti ini. Tuhan berilah selalu mereka kebahagiaan. Dan
berikanlah selalu mereka kesehatan. Amin.
Aku tak sabar menunggu Rissa
datang. Sejak tadi aku tak pernah berpaling dari jendela itu. Aku ingin melihat
kedangan Rissa dan papa. Aku sangat bahagia. Aku pikir selama ini ayah dan
ibuku adalah orang tuaku yang sebenarnya. Tapi ternyata bukan. Tapi tetap saja
mereka orang tuaku.
Rissa
menjadi adikku. Padahal aku sangat mencintainya. Pantas saja selama ini aku merasa
nyaman bersama Rissa, karena memang aku dan Rissa kembar. Jika ku pikir-pikir
ini semua lucu. Aku tak pernah mendugga semua ini. Tapi aku sangat senang
karenanya.
Jadi
aku tak perlu lagi berusaha untuk mendapatkan Rissa. Rissa akan selalu
bersamaku. Dalam satu atap. Bersama papa kami tercinta. Mario Surya
Pratama .
Perbincangan
antara orang tua asuhku, dan orang tua asliku dimulai. Perbincangan yang
serius. Dan sesekali ibuku meneteskan
air matanya. Mungkin ia berpikir bahwa aku yang telah dirawatnya bertahun-tahun
harus pergi meninggalkannya dan pergi bersama orang tua aslinya.
Tapi
aku telah berjanji akan mengunjunginya satu minggu sekali, bahkan setiap
haripun aku bisa selalu mengunjunginya karena rumah kami saling berdekatan.
Setelah
berbincang begitu lama, akhirnya aku kembali kepada orang tuaku yang sebenarnya.
Dan aku sangat bersyukur atas anugerah
yang telah Tuhan berikan untukku.
Bumi
berputar dengan semestinya. Dan pada
porosnya. Begitupun planet-planet yang lainnya. Sudah ada jalurnya
masing-masing. Dan karena jalur yang
teratur itulah planet-planet bisa berputar dengan semestinya, tanpa harus
menabrak planet yang lain. Tapi mereka akan saling bertabrakan pada suatu hari
nanti. Yaitu kiamat.
Begitupun
dengan manusia dan takdir. Setiap manusia sudah memiliki takdirnya
masing-masing. Aku dan Demas memiliki takdir yang berbeda. Dan karena takdir itulah kita bisa melakukan
semuanya. Dan takdir itu akan selesai
sampai akhirnya Tuhan rindu pada kita dan memanggil kita untuk kembali
kepadanya.
Ada
takdir yang bisa kita rubah, dan ada juga yang sudah hakiki. Dan tidak bisa dirubah dengan apapun. Takdir yang
bisa dirubah contohnya nasib. Nasib kita bisa diperbaiki dengan kerja keras,
usaha dan doa tentunya. Tapi kematian adalah contoh takdir yang tidak bisa
dirubah. Dan kita harus siap
menghadapinya.
Bahkan
siap atau tidak kematian itu akan datang. Jodoh, sama dengan kematian. Takdir
yang tidak bisa dirubah. Setiap manusia sudah mempunya jodohnya masing-masing,
tinggal menunggu kapan saatnya ia akan datang. Dan
tidak ada yang bisa mengetahui itu.
Aku pun
sama tidak pernah mengetahui siapa jodohku nanti. Tapi aku selalu berharap
bahwa Demas lah yang menjadi jodohku.
Aku
sempat berpikir bahwa Satria lah yang akan menjadi jodohku nanti, karena aku
selalu nyaman jika berada di dekatnya. Aku selalu bisa melewati masalahku
berkat bantuannya, dan aku bisa menjadi lebih dewasa karena nasehat-nasehatnya.
Tapi
perkiraanku itu salah, karena ternyata Satria adalah kakakku. Satria adalah
saudara kembarku yang telah lama hilang. Dan
tidak tau dimana keberadaanya.
Terkadang
aku tertawa sendiri jika mengingat hal ini. Ternyata yang selama ini keluargaku
cari ada di dekatku, bahkan aku pernah menyangka bahwa ia jodohku. Jika saja
aku tau dari dulu, aku akan lebih senang karena ternyata sosok dewasa yang
selalu membuatku tenang adalah saudara kembarku.
Hidup
ini penuh kejutan yang sebelumnya tak pernah kita duga. Entah itu kejutan yang
menyenangkan ataupun menyedihkan. Dan
aku akan selalu mensyukuri setiap kejutan yang Tuhan beri untukku.
Sekarang
aku bisa dengan leluasa memeluk Satria, dan menceritakan semuanya kepada
Satria. Pantas saja selama ini aku merasa nyaman, karena memang ternyata ia
adalah saudaraku.
Aku
jadi lebih bahagia setelah kejadian ini, karena aku akan terfokus untuk bersama
Demas, dan aku tidak akan lagi merasa terganggu dengan pikiranku yang suka
menyangka bahwa aku menyayangi Satria.
Saat ini
keluargaku menambah satu anggota Satria Surya
Pratama .
Mario Surya Pratama, Karina Isabella,
Carissa Bella, dan Satria
Surya Saputra .
Keluarga yang lengkap, dan telah menjadi utuh saat ini, meskipun mama sudah
dipanggil oleh yang Maha
Kuasa ke tempat yang lebih indah.
Aku
yakin mama juga merasa senang karena anaknya telah kembali dan berkumpul
bersama keluarga kami.
Mama, mama senengkan
mah berada disana? Mama udah
ada di tempat yang paling indah kan mah? Mah Satria
sekarang udah ada di keluarga kita mah. Aku seneng banget mah, aku jadi ada
temen lagi setelah kepergian mama, mama juga senengkan mah? Mah aku selalu
berdoa supaya mama selalu berada di tempat yang indah mah. Miss you.
Kutatap langit yang penuh
bintang. Dan mataku hanya tertuju
kepada satu bintang yang menyendiri. Itu bintangku, dan bintang itu adalah mama
saat ini. Aku sangat merindukan mama, aku ingin memeluk tubuh mama yang selalu
wangi dengan aroma tubuh yang khas.
Aku
ingin mencium pipi mama yang sangat halus. Aku ingin menatap wajah mama yang
selalu bersinar. Aku ingin berada di peluknya. Semalaman saja. Sampai aku
merasa benar-benar nyaman. Aku merindukan mama.
Tapi
aku sudah ikhlas. Hanya saja aku merindunya saat ini. Dan
sangat ingin memeluknya. Hanya itu saja.
Maafkan aku Tuhan.
Bukan aku tidak bisa ikhlas akan takdir ini. Aku sudah ikhlas, karena aku tau
ini yang terbaik. Hanya saja aku merindunya, dan ingin memeluknya. Biarkan aku
berimajinasi bersama mama saat ini Tuhan. Dan
jangan biarkan mama berada dalam tempat yang tidak menyenangkan Tuhan. Aku
mencintai mama karena Engkau.
Aku
taku jika Tuhan menganggap bahwa kau belum bisa mengikhlaskan mama, karena itu
akan membuat mama tersiksa nantinya, dan aku tak ingin mama menderita. Karena
aku sangat menyayanginya.
“tok-tok-tok” Entah jemari siapa yang telah mengetuk pintu
kamarku.
“Masuk aja gak dikunci.” Setelah ucapanku terhenti. Aku
mendengar suara pintu yang terbuka. Dan
suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekatiku.
“Dor!!!! Hayo lagi apa ade
sayang?” Satria mengagetkanku. Dan
berhasil membuat imajinasiku buyar dan membuatku loncat.
“Ih apa sih dari dulu sukanya ngagetin!! Bikin gak mood
deh.” Jawabku manja. Mulut yang miringkan yang menandakan bahwa aku tak suka
diperlakukan seperti itu.
“Maaf deh maaf kalau udah jadi badmood. Aku cuma mau hibur
aja kok. Udah itu doang. Abisnya kamu kaya yang lagi galau.” Satria mencoba menggodaku
dengan mencubit pipiku.
“Sorry yeee siapa lagi yang galau! Gak ada kata galau di
kamus aku mah. Wlee.” Ku julurkan lidahku sambil berlari menuju kasur.
“Oyah? Masa siiihhhh?” Satria mengejarkanku dan mencoba
menangkapku. Akhirnya ia berhasil menangkapku dan mencoba memelukku dari
belakang.
“Ihhhh mau peluk-peluk ya. Bilang aja sih kesini mau peluk
gitu.”
“Tapi suka kan?” Lagi-lagi Satria menggodaku. Dan kali ini aku kalah. Aku berhasil terhasut oleh
rayuannya.
“Iya-iya. Aku kan sudak dipeluk. Tapi cuma sama yang muhrim,
sama yang gak muhrim mah NO WAY !!”
“Hahaha dasar ade ku yang
imuuuttt. Cerita dong de lagi apa? Mau ikutan berimajinasi sama kamu.”
“Mau tau aja apa mau tau banget?”
“Mau tau banget-banget deeehhh.”
“Yaudah, dengerin yah, aku lagi kangen sama mama, akunya
pengen meluk mama. Aku mau kaya dulu lagi sama mama.”
“Yaa walaupun aku gak sedeket kamu ke mama, aku juga tetep
sayang mama dan rindu sama mama. Aku yakin mama udaha da di tempat terindah
yang Allah sediakan buat mama. Kita berdoa aja ya. Doa anak yang sholeh itu
akan membantu mama de.”
“Makasih ya kakakku sayang. Makasih juga buat pelukannya,
walaupun gak seenak pelukan mama. Hahaha.”
“Ah dasar manusia tak tau berterima kasih. Hahaha.”
Tawa
dan canda kami saat ini sangat membuat aku merasa lebih nyaman dari sebelumnya
setelah kepergian mama. Lagi-lagi aku harus bersyukur karena Tuhan telah
memberiku sesuatu yang membuatku merasa lebih tenang.
Aku
sangat percaya bahwa Tuhan pasti memiliki rencana yang indah untuk kita.
Tinggal kita yang harus sabar menunggunya. Dan
jangan pernah negative thinking
kepada Tuhan. Tuhan selalu punya rencana besar untuk hambanya.
Pelukan
hangat Satria bisa membuatku menjadi lebih tenang. Meskipun yang aku harapkan
adalah pelukan mama. Tak apalah yang penting aku bisa memiliki seseorang yang
akan selalu memperlakukanku layaknya mama memperlakukanku dulu.
Syukuri setiap detik yang Tuhan beri untukmu. Syukuri setiap anugerah
yang Tuhan beri untukmu. Dan syukuri
bahwa betapa banyak orang yang mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar