Senin, 30 April 2012

novel A


TIGA
Remember when
Carissa

" Never say I love you, if you don't really care...never talk about feelings, if they aren't really there...never touch a life, if you mean to break a heart...never say you're going to, if you don't plan to start...never look me in they eye, when all you do is lie...never say hello, if you really mean good-bye."
Unknown

                Cinta. Berbagai macam rasa. Bermiliar arti. Tak pandang bulu. Menghampiri siapapun yang ia kehendaki. Mungkin salah satunya aku. Cinta itu menghampiriku sejak 3 tahun yang lalu. Cinta sesungguhnya maksudku. True love. Aku adalah wanita yang bisa dibilang susah jatuh cinta. Tapi entah mengapa saat aku pertama mengenal demas, ada sesuatu yang berbeda. Kurasakan. Sejak pertama.
                Demas berbeda. Sangat berbeda. Karena perbedaan itulah aku percaya, aku dan demas akan bersatu. Selamanya. Semoga. Dia hadir dengan pesona berbeda. Membuatku merasa ada yang berbeda. Nyaman. Terntram. Tenang. Itu yang kurasakan saat bersamanya. Bersama dia yang aku sayang. Pastinya. Tak pernah berpikir untuk mencintainya. Tapi nyatanya kini, aku sangat mencintainya.
                Aku tak pernah bisa membohongi perasaanku. Sejak kali pertama aku merasa ada yang berbeda, aku sudah menyangka, ini cinta. Aku mencintainya. First sight. Mungkin itu lebih tepatnya. 1 tahun aku mengenalnya dengan dekat. Sebelum kami memutuskan untuk mengikat janji. Sebetulnya aku tak ingin ada hubungan diantara aku dan demas. Bukan karena aku tidak benar-benar mencintainya. Tapi karena aku takut kehilangan dia. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap hubungan pasti ada akhir. Itu sudah hukum alam. Itu yang aku takut. Tapi demas menjanjikan itu tidak akan terjadi. Untukku. Tapi nyatanya itu terjadi. Dan sekarang aku mengalaminya.

                Mana janjimu demas, yang akan selalu menjagaku saat aku ketakutan? Yang akan selalu memperhatikanku di setiap aktivitasku? Yang akan selalu menyayangiku? Yang akan selalu mencintaiku? Yang akan selalu menjaga hatiku? Yang akan selalu menghargaiku?
                Memang aku yang mengakhiri semuanya. Tapi itu karena ulahmu. Yang membuatku jera. Bukan jera untuk mencintaimu, tapi jera akan sifatmu yang seperti itu. Jera akan tingkahmu yang selalu membuatku menangis. Aku menangis bukan karena aku lemah. Melainkan karena aku sudah tak tahan akan semuanya. Akan tingkahmu lebih tepatnya.  Dan satu hal yang sangat membuatku jera. Kata-kata kasarmu. Maaf. Aku tak suka kekasaran. Dan kau tau itu. Tapi mengapa kau masih melakukannya.
                Jika alasanmu untuk membuatku sadar, menurutku itu bukan alasan yang logis yang bisa kuterima. Mengapa harus dengan cara itu. Masih ada cara yang lebih baik dari pada itu demas. Cara itu sama saja seperti kau melukai hatiku.
                Demas aku menangis saat ini. Apa kau tau itu? Mungkin tidak. Selama ini kau tak tau apa yang sedang terjadi padaku. Karena kau memang selalu tak pernah peduli padaku. Aku menangis mengenangmu. Mengenang apa yang pernah kau lakukan padaku. Aku memang sudah memaafkanmu. Tapi luka di hati susah terobati.
Hujan baru saja selesai, basah di jendela. Basah di pipiku bekas air mataku mengenangmu. J
                Selalu terngiang di telingaku, dan di pikiranku, kata-kata yang kau katakan padaku. Semua kata yang tak seharusnya kau katakan. Pada siapapun. Termasuk aku. Kekasihmu. Mungkin. Jika kau masih menganggapnya. Mungkin kau selama ini tak sadar betapa aku mencintaimu, betapa aku menyayangimu demas. Kau yang membuatku seperti ini. Membuatku sangat mencintaimu.
                Baru kali ini seperti ini. Baru kali ini aku sabar menghadapi semuanya. Termasuk kekasaranmu. Baru kali ini aku segitu berkorbannya. Demi cinta. Cintaku padamu. Pastinya. Baru kali ini aku menyadari bahwa memang benar love is blind. Aku tak pernah membayangkan akan mencintaimu. Seperti ini. Berlebihan. Mungkin. Karena aku tak ingin kehilanganmu. Kau yang pertama membuatku seperti ini. Seumur hidupku. Kehilanganmu adalah ketakutan terbesarku. Jauh darimu adalah penderitaanku.
                Mungkin kau menganggapku berlebihan. Tapi ini jujur. Dari hatiku yang terdalam. Aku ingin tau seberapa besar arti hadirku di hatimu? Apakah aku segalanya untukmu? Atau bahkan malah aku tak ada artinya bagimu?
                Setiap aku mengingat tentang apa yang telah kau lakukan padaku, aku selalu menangis. Karena hatiku sangat terluka olehnya. Coba kau ingat sayang, apa yang telah kau lakukan padaku. Selalu saja teringat akan hal itu. Tapi sebenarnya aku sangat tak ingin mengingat itu. Karena itu hanya bisa membuatku menangis.
                Tidakkah kau ingat sayang akan kata-kata yang sering kau ucap padaku? Tidakkah kau ingat sayang akan semua perlakuan yang kau lakukan untukku? Tidakkah kau ingat sayang semua yang kau lakukan?
                Tidakkah kau ingat sayang akan kata-kata apa yang aku balas untukmu? Tidakkah kau ingat sayang akan semua pengorbananku untukmu? Tidakkah kau ingat sayang saat aku membujukmu untuk selalu tersenyum? Dan tidakkah kau ingat sayang semua yang telah aku lakukan untukmu?
                Menurutku itu semua sangat berbeda. Antara kau dan aku. Antara apa yang aku lakukan untukmu, dan yang kau lakukan untukku. Sangat berbeda. Aku selalu berusaha membuatmu bahagia. Tapi sepertinya tidak untukmu.
                Mengapa kau lakukan itu sayang? Mengapa kau tega? Mengapa kau rela membuatku menangis? Mengapa kau rela air mataku terus menetes karenamu? Mengapa sayang?
                Tak kuasa aku membendung air mataku. Dan kubiarkan ia menetes, agar luka ini sedikit terobati. Aku tak suka saat saat seperti ini. Aku takut rasaku untuk demas akan berkurang karena aku selalu teringat akan hal itu. Tapi tekatku sudah bulat. Aku akan mencintai demas dengan seluruh kekurangan dan kelebihannya. Aku akan terus mencintai demas. Sampai aku tak bisa lagi melihat indahnya dunia.
                Ketika aku bersedih, aku selalu menyempatkan diriku untuk memainkan pianoku. Bagiku piano adalah tempat curhatku. Melalui nada-nada yang aku lantunkan. Dan melalui syair yang aku nyanyikan. Dan kali ini pun begitu. Aku ingin menumpahkan segala perasaanku dengan bermain piano. Dan satu lagu yang aku mainkan remember when-avril lavigne
Remember when I cried to you a thousand times
I told you everything
You know my feelings
It never crossed my mind
That there would be a time
For us to say goodbye
What a big surprise
But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot

These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…
I remember when it was together till the end
Now I’m alone again
Where do I begin?
I cried a little bit
You died a little bit
Please say there’s no regrets
And say you won’t forget
But I’m not lost
I’m not gone
I haven’t forgot
These feelings I can’t shake no more
These feelings are running out the door
I can feel it falling down
And I’m not coming back around
These feelings I can’t take no more
This emptiness in the bottom drawer
It’s getting harder to pretend
And I’m not coming back around again
Remember when…
That was then
Now it’s the end
I can’t pretend
Remember When
                Lagu itu mewakili perasaanku. Saat jemariku bermain dengan indahnya pada tone-tone piano itu, air mataku kembali menetes. Dan hatiku pun ikut menangis. Aku tak kuat mengingat itu semua. Dan sejujurnya aku tak ingin untuk selalu mengingat ini. tapi tak tau mengapa aku selalu teringat akan hal itu.
Tuhan jangan biarkan aku terus menangis. Jangan biarkan air mataku terus menetes karena hal itu. Tuhan aku tak ingin selalu teringat hal itu. Aku tak ingin rasaku untuk demas berkurang karena hal itu. Tuhan aku tak ingin selalu sakit hati. Tuhan aku mohon buang ingatanku tentang semua itu. Tentang semua yang membuatku sakit hati.
                Air mata ini semakin tak bisa kubendung. Aku menangis. Demas aku hanya ingin kau tau aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Tapi mengapa kau berbuat itu kepadaku?
                Air mataku terus menetes. Begitu pun air hujan yang sejak tadi menetes membasahi pekarangan rumahku. Aku selalu bahagia saat hujan turun. Karena tidak ada yang mendengarku saat aku menangis. Dan rasanya aku ingin keluar. Aku ingin menikmati air hujan. Tapi itu mustahil bagiku. Penyakitku bisa kambuh jika aku terkena air hujan yang begitu deras.
                Tapi ada satu hal yang aku tidak suka saat hujan. Yaitu aku selalu teringat akan apa yang telah demas lakukan padaku. Dan setelah aku teringat hal itu, aku selalu menangis. Aku takut jika aku selalu mengingat hal itu rasa cintaku untuk demas akan berkurang. Aku takut. Karena aku sangat tidak suka dan tidak terima jika aku diperlakukan seperti itu. Apalagi oleh demas. Orang yang jelas-jelas sangat aku cintai.
                Ingin sekali rasanya aku memberitahu demas bahwa aku sedang menangis sekarang. Dan menangis karena aku teringat ia. Teringat kekejaman yang pernah ia lakukan padaku. Tapi aku takut demas tidak akan peduli padaku. Dan aku takut demas malah akan memandangku lemah.
                Sudah lebih dari dua kali aku memberitahukan demas bahwa aku sedang menangis. Dan jawaban demas adalah “kamu lemah. Kamu cuma bisa nangis. Kamu manja. Coba kamu belajar gak manja. Gua jiji sama orang manja. Gua gak suka sama orang yang dikit-dikit nangis. Gua gak suka.”  Dan saat itu pula hatiku terasa semakin teriris. Aku merasa hatiku sudah hancur. Dan entah pergi kemana. Serpihan-serpihan hati itu terpisah satu per satu. Dan rasanya aku tak sanggup untuk menyambung semuanya.
                Dan sejak kejadian itu, aku berniat untuk tidak memberitahukan demas tentang semua hal yang sedang aku alami. Tentang semua yang terjadi padaku. Biarkan hanya aku yang tau. Dan hanya aku yang merasakan. Tapi sejujurnya aku ingin demas tau bahwa aku sedang menangis. Karena aku butuh perhatiannya. Aku ingin kata-kata hangat dan kata-kata manisnya yang membuatku tenang.
                Tapi sepertinya jika aku memberitahukan demas, itu akan sia-sia. Karena dia memang tidak pernah dan tidak akan pernah peduli padaku. Dan buktinya sudah banyak.
“aaarrrrgggghhhhhh!!!!” aku menjerit. Aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini.
                Tak kusadari aku sudah menangis sangat lama. Dan aku sangat lelah. Rasanya tubuhku sudah tak kuat lagi. Aku mulai merebahkan tubuhku di atas kasur kesayanganku. Tapi sebelum aku tertidur, aku menyempatkan diriku untuk mengirim pesan untuk demas. Aku memberanikan diriku.
Demas Aquila. Maaf ya kalau ganggu kamu. Aku cuma mau bilang, aku sedang menangis sekarang. Aku harap kamu jangan salah sangka. Aku mengirim pesan ini bukan karena aku lemah ataupun manja. Aku hanya ingin mendapatkan perhatianmu. Terimakasih J
Sent to: my everything :*
13/11/10 16:45
                Lalu aku tertidur. Dan aku berharap semoga saat aku terbangun aku sudah mendapat balasan dari demas. Dan balasan manis tentunya.


……








Demas
Demas Aquila. Maaf ya kalau ganggu kamu. Aku cuma mau bilang, aku sedang menangis sekarang. Aku harap kamu jangan salah sangka. Aku mengirim pesan ini bukan karena aku lemah ataupun manja. Aku hanya ingin mendapatkan perhatianmu. Terimakasih J
From: my princess :*
13/11/10 16:45
                Aku sangat terkejut saat aku melihat pesan itu. Aku sangat merasa bersalah. Dan aku tak tau jawaban apa yang harus aku beri untuk rissa. Aku sangat merasa bersalah. Rissa terlalu sering menangis karena ulahku.
                Memang sejak dulu aku selalu tak senang jika rissa mengadu ia sedang menangis padaku. Dan aku selalu berkata bahwa aku jiji dan aku tak suka orang manja yang terlalu sering menangis. Tapi seharusnya aku sadar, itu karena ulahku. Rissa menangis karena ulahku yang terlalu kejam padanya. Dan seharusnya aku sadar pula jika rissa mengadu dia sedang menangis berarti ia sangat butuh perhatianku. Dan memang aku tak pernah menunjukan perhatianku untuknya.
Tuhan maafkan aku. Aku terlalu sering membuat rissa menangis. Aku terlalu sering membuat rissa terluka. Dan apa yang harus aku lakukan sekarang Tuhan? Aku tak tau harus menjawab apa. Aku sangat menyesal. Dan aku sangat merasa bersalah. Rasanya aku ingin sekali memutar waktu. Dan akan aku bahagiakan rissa. Tuhan berikanlah aku waktu untuk membuat rissa bahagia.
                Aku berpikir. Kata-kata apa yang akan aku berikan untuk rissa. Aku berpikir keras. Aku tak ingin kata-kataku kali ini semakin membuat rissa sakit harti. Dan aku ingin kata-kata saat ini membuat rissa senang. Membuat tangisannya berhenti. Aku terus berusaha memikirkan hal itu.
Rissa maafkan aku atas semua yang pernah aku lakukan padamu. honestly  i didn’t mean to do that to you Rissa. I love you so much. forgive me Rissa. I beg to you rissa. I really care about you Rissa. I don’t want you hurt. and I'm very sorry. what should I do, so your pain shortchanged? I'm very sorry Rissa. please forgive me.
Sent to: my princess :*
13/11/10 18:07
                Adzan maghrib berkumandang. Aku segera mengabil wudhu. Aku sholat. Aku berdoa kepada Allah.
Ya Allah maafkan aku. Aku sangat menyesal telah melakukan semuanya. Aku mohon maafkan aku. Dan berikanlah kebahagiaan untuk rissa, selamanya. Ya Allah selalu lindungi rissa dari segala marabahaya. Dan aku mohon maafkan aku.
                Jam berdetak. Terdengar oleh telingaku. Memang benar menunggu rasanya sangat lama. Aku sedang menanti balasan pesan dari rissa yang tak kunjung datang. Aku sangat merasa bersalah. Dan semoga kali ini kata-kataku tak membuat rissa semakin terluka.
                Aku mulai tak sabar. Kapan rissa akan membalas pesanku. Aku takut ada yang terjadi kepada rissa. Jawaban apa yang akan rissa beri untukku.
                Dan kemudian handphone ku berbunyi.
I know you really care about me. I know you really love me. but why in a way that you show your concern? I really need your attention Demas.mengapa demas? Tapi tenang demas, aku sudah memaafkanmu :’)
From: my princess :*
13/11/10 19:46
                Oh Tuhan, aku sangat sedih melihat pesan itu. Aku sangat menyesal. Dan ternyata rissa sangat terluka karenaku. Sepertinya Rissa sangat kecewa padaku. Betapa dewasanya rissa. Dia telah memaafkanku. Aku sangat menyesal telah menyia-nyiakan rissa selama ini. Apa yang harus aku lakukan Tuhan? Aku menangis sejadi-jadinya.
I get hurt and I cry. But you can’t see the sadness in my eyes because I just smile :’). And maybe you never know that I get hurt because of you :’) don’t disturb me please. I want alone. :’)
From: my princess :*
13/11/10 20:00
                Air mataku semakin menjadi-jadi. Aku baru kali ini menangis sampai seperti ini. Dan ini karena rissa. Karena aku menyesal telah berlaku kejam terhadap rissa. Dan aku sangat menyesal. Kali ini rissa tidak ingin aku ganggu. Dan aku akan menurutinya. Semoga saja ia bisa tenang. Maafkan aku rissa. Aku sangat menyesal.
                Aku galau. Aku tak tau harus berbuat apa. Adakah seseorang yang ingin membantuku?  Tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan. Aku tak ingin kehilangan rissa. I don’t want anyone else to have rissa. I very love her. So much. and I'm sorry to have wasted her. Aku ingin selalu bersama rissa. Selamanya. Aku tak ingin berpisah dengannya jujur dari hatiku terdalam.
                Segala usaha telah aku lakukan untuk membuktikan betapa aku mencintai rissa. Dan aku telah membuktikan bahwa aku menyesali semua yang telah terjadi. Aku akan perbaiki semuanya. Seperti yang rissa harapkan. Tapi mengapa rissa tetap saja belum mau menerimaku kembali? Tapi aku tidak akan putus asa. Aku akan terus membuktika kepadanya bahwa aku ingin bersamanya sampai aku menutup mata.

never give up. because of desperation only owned by the coward. I have to get out of all this. If we are sure, we will find the way. Believe it. I'm sure I could. I'm sure I can afford. Smile, and face all. J
                Tiba-tiba saja terpikir kata itu dalam benakku. Dan kini aku sadar aku harus bangkit. Dan pasti Tuhan akan memberiku jalan keluarnya. Kekuatan itu pasti datang bila kita berusaha.
Rissa aku akan terus membuktikan padamu bahwa aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Dan aku akan terus berusaha sampai kau mau menerima ku kembali. Sesulit apapun rintangan itu, aku akan berusaha. Walaupun jurang menantikan aku datang kepadanya, aku akan tetap berusaha. Karena aku mencintaimu. Dan aku hanya ingin bersamamu. Karena aku yakin, kau hanya satu dan Tuhan sediakan untukku.
























Satria
True love is rare, and it's the only thing that gives life real meaning. - Nicholas Sparks
                Sejak tadi aku hanya memandang keluar jendela. Melihat indahnya air yang berjatuhan dari langit. Berirama. Angin berhembus membuat pohon cemara di halaman rumahku bergerak. Sepertinya cemara-cemara itu sedang menari karena sangat menikmati cuaca kali ini.
                Begitupun dengan aku. Aku sangat menikmati cuaca kali ini. Aku mencintai hujan. Karena sejak kecil aku sering menghabiskan waktuku untuk bermain saat hujan turun. Aku lebih bisa mengenang kakakku saat hujan. Kami selalu bermain bersama. Menghabiskan waktu bersama. Dan kakakku sangat mencintai hujan. Kami selalu menikmati air hujan bersama. Sampai pada saatnya kakakku meninggal. Kanker otaknya yang membuat ia meninggal. Tapi walaupun ia sakit ia selalu menikmati dinginnya air hujan. Karena ia sangat mencintai hujan.
                Aku rindu kakakku. I miss him so much.
Satria.maaf ya kalau ganggu. Aku boleh cerita ga sat? aku gak tau lagi mau curhat ke siapa. Aku pikir kamu orang yang pas. Boleh ya …
From: Carissa Bella
13/11/10 20:15
                Tanganku bergetar. Jantungku berdetak cepat. Dan seluruh tubuhku bergetar. Aku tak pernah mengira bahwa rissa akan mengirim pesan seperti itu kepadaku. Aku sangat senang.
Eh rissa. Tumben sms J boleh rissa. Dengan senang hati aku akan dengerin curhatan kamu J
Sent to: Carissa Bella
13/11/10 20:18
Makasih ya satria J  jadi gini sat, aku cinta banget sama demas. Tapi aku sering keinget sama perlakuan dia sama aku yang dulu-dulu. Iya sih aku tau itu udah terjadi lama. Tapi tetep aja sat aku sakit hati. Sakit hati banget malah. Dan aku selalu nangis sat kalau keinget itu.
From: Carissa Bella
13/11/10 20:20
                Ternyata rissa ingin menceritakan perasaannya untuk demas. Dan perasaanku hancur. Seperti ada pisau tajam yang menghujam jantungku. Tapi aku akan selalu tegar. Semoga saja suatu saat rissa akan mencintaiku.
Oh jadi gitu, tenang aja rissa cinta sejati itu akan kasih yang terbaik kok buat kamu. Follow your heart, because love is never wrong J don’t cry cantik, nanti kalau kamu nangis cantiknya pudar lhoo !! hehehe :D smile dong biar makin cantik J udah ya jangan nangis lagi. Jangan diinget terus atuh. Tau ga kamu itu lebih cantik kalau kamu senyum. Percaya deh. Bunga yang paling indah aja sirik sama kamu soalnya kamu lebih cantik sih dari dia :D
Sent to: Carissa Bella
13/11/10 20:22
Iya satria makasih ya J hahaha kamu bisa aja deh. Iyaiya aku berhenti nangisnya. Ohiya tolong bilangin sama bunga yang sirik tadi, sirik itu gak baik lhoo hahaha :D makasih ya sat, udah bikin aku senyum lagi J
From: Carissa Bella
13/11/10 20:23
Hahaha iya rissa sama-sama. Nah gitu dong senyum kan enak :D iya nanti kalau ketemu sama bunganya aku bilangin deh :D Pain makes you stronger. Tears makes you braver. Heartbreak makes you wiser. So thank the past for a better future. ;)
Sent to: Carissa Bella
13/11/10 20:24
Iya satria J makasih banyak ya, and I hope I can get a better future. And I hope I can get the happiness J
From: Carissa Bella
13/11/10 20:26
Everyone wants Happiness, no one wants Pain. But you can't have a Rainbow without a little Rain. J
Sent to: Carissa Bella
13/11/10 20:27
Thanks a lot satria. You’re very kind J thanks for all J now I can smile again J
From: Carissa Bella
13/11/10 20:28
You’re welcome rissa J I’m happy to make you smile again J
Sent to: Carissa Bella
13/11/10 20:29
Betapa senangnya aku. Rissa berbicara seperti itu padaku. Aku senang sekali walaupun itu menyangkut dengan demas. Tapi aku senang bisa membuat rissa kembali tersenyum. Aku hanya berharap suatu saat rissa akan mencintaiku. Tapi aku tak bisa memaksakannya seperti itu.
Seandainya rissa tidak bisa mencintaiku, itu tak masalah bagiku. Aku rela membiarkan orang yang aku cintai bahagia meskipun bukan bersamaku. Dan aku yakin suatu saat Tuhan akan memberikanku seorang wanita yang akan mencintaiku. Tulus. Dari hatinya.
Mungkin Tuhan tidak mengizinkan aku untuk bersama rissa. Tapi aku yakin dan aku percaya, Tuhan telah mempersiapkan seorang wanita yang mencintaiku. Dan lebih baik dari rissa. Dan semua itu hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.
Tuhan tolong hapus rasa cintaku untuk rissa, jika kau tak mengizinkan aku untuk bersama rissa. Tuhan aku pun ingin bahagia bersama cinta yang mencintaiku. Aku tak ingin terus terlarut dalam cinta yang tak pasti ini. Aku mengharapkan cinta yang bukan ditakdirkan untukku. Dan kini aku sadar, Carissa Bella bukan untukku.
                Aku memang tak ingin terus mencintai rissa. Tapi sungguh aku tak dapat membohongi perasaanku. Aku masih mengharapkan rissa. Aku masih berharap dia akan menjadi milikku. Dan dia akan mencintaiku. Tapi jika aku memaksakan itu semua dan aku berusaha dengan cara menghalalkan segala cara, itu adalah perbuatan sangat kejam. Menurutku. Cinta itu datang dari hati. Dan tak bisa dipisahkan. Jika memang suatu saat nanti rissa bisa mencintaiku aku akan sangat bersyukur. Namun jika tidak aku akan menerimanya. Tapi jujur aku akan kecewa.
                Aku tidak akan menyerah begitu saja. Cinta harus diperjuangkan. Dan aku akan terus memperjuangkan cintaku untuk rissa. Meskipun memang itu sulit. Aku akan berusaha membuat rissa percaya bahwa aku mencintainya. Tapi aku tidak akan curang. Karena aku tidak suka akan ketidakcurangan. Dan semoga saja usahaku berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar